MAKALAH MANGAN DAN FERRUM
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah in tepat pada
waktunya.
Makalah ini memuat tentang informasi mengenai “Mata
Kuliah Kimia Kimia Anorganik 2”. Informasi didalam makalah ini dikutip dari
berbagai sumber informasi yang ada.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, dan masih belum lengkap. Oleh karena itu, diharapkan Kritik dan Saran
yang membangun untuk makalah ini.
Akhir kata, kami ucapkan Terima kasih kepada pembaca,
yang telah menyisihkan waktunya untuk membaca Makalah ini.
Palu, 03 Mei 2018
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
BAB II
PEMBAHASAN
BAB III
PENUTUP
B. Saran19
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Besi
mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26. Besi merupakan logam transisi yang
berada pada golongan VIII B dan periode 4. Besi adalah logam
paling melimpah nomor dua setelah alumunium. Besi adalah logam yang
dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai dalam keadaan unsur bebas.
Besi adalah
logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk
kehidupan manusia sehari-hari. Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Besi adalah logam yang paling banyak dan paling beragam penggunaannya. Hal itu
karena beberapa hal, diantaranya:
1.
Kelimpahan besi di kulit bumi cukup besar
2. Pengolahannya
relatif mudah dan murah
3. Besi
mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan dan mudah dimodifikasi.
Dalam tabel periodik unsur kimia,
Mangan memiliki lambang Mn dengan nomor atom 25. Unsur kimia adalah zat kimia
yang tidak dapat dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan cara biasa dan
tidak dapat dipisah menjadi zat yang lebih kecil. Unsur-unsur kimia dalam
bentuk tabel ditampilkan dalam bentuk tabel periodik unsur-unsur kimia. Nomor
atom adalah angka yang menunjukkan jumlah proton dalam inti atom. Yang berarti
bahwa Mangan memiliki 25 jumlah proton dalam inti atomnya. Mangan ditemukan
sebagai unsur bebas dalam sifat dasarnya dan sering dicampur dengan besi,
seperti mineral-mineral lainnya. Sebagai unsur bebas, Mangan adalah logam yang
penting dalam penggunaan dengan campuran logam-logam industri, terutama di dalam
baja-baja anti karat.
Mangan fosfat sering digunakan sebagai perawatan dalam pencegahan
karat dan kerusakan dibesi. Ion Mangan mempunyai banyak warna, tergantung dalam
keadaan oksida mereka, dan sering digunakan sebagai zat-zat warna dalam
industri. Oksida-oksida dari sodium, kalium, dan barium adalah
oksidasi-oksidasi untuk bahan bakar yang sangat kuat. Dioksida mangan digunakan
sebagai materi penangkap elektron dalam standar dan komponen kimia bersifat
alkali yang mempunyai kelembaban uap air rendah dan bisa dibuang, dan juga baterai-baterai,
keramik, gelas, kimia, dan lain-lain.
Ion-ion dari mangan berfungsi sebagai faktor-faktor
penunjang untuk beberapa enzim-enzim dalam makhluk hidup bertingkat tinggi,
dimana mereka berfungsi sebagai hal-hal penting dalam detoksifikasi radikal-radikal
bebas. Elemen tersebut adalah jejak mineral yang diperlukan untuk semua makhluk-makhluk
hidup bertingkat tinggi yang diketahui. Dalam kwantitas besar, dan rupanya dengan
aktivitas-aktivitas dengan cara penghirupan, mangan dapat menyebabkan sindrom peracunan
dalam binatang-binatang menyusui, dengan kerusakan sistem deteksi detak jantung
yang kadang-kadang tidak dapat diubah.
Berdasarkan wacana diatas, maka akan lebih baik jika banyak
orang yang mengetahui unsur mangan mengingat banyaknya manfaat yang dapat diperoleh
dari aplikasi unsure mangan itu sendiri. Oleh karena itu, pada makalah kami
kali ini, kami akan memberikanbeberapa informasi yang berkaitan dengan mangan.
B. Rumusan
Masalah
- Bagaimana sifat umum dari Mangan dan Ferrum
?
- Bagaimana sifat fisika dan sifat kimia
dari Mangan dan Ferrum?
- Bagaimana proses mengekstraksi Mangan dan
Ferum?
- Apa saja senyawa-senyawa dari Mangan dan Ferum?
- Bagaimana penggunaan Mangan dan Ferum
dalam kehidupan sehari-hari ?
C. Tujuan
- Untuk mengetahui sifat umum dari Mangan
dan Ferum.
- Untuk mengetahui sifat fisika dan sifat
kimia dari Mangan dan Ferum.
- Untuk mengetahui proses mengekstraksi
Mangan dan Ferum.
- Untuk mengetahui senyawa-senyawa dari
Mangan dan Ferum.
- Untuk mengetahui penggunaan Mangan dan
Ferum dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
MANGAN
1.
Pengertian
Mangan (Mn)
Mangan adalah suatu unsur kimia yang
mempunyai nomor atom 25 dan memiliki symbol Mn. Mangan ditemukan oleh Johann
Gahn pada tahun 1774 di Swedia. Logam mangan berwarna merah metalik. Logam dan
ion mangan bersifat paramagnetic. Hal ini dapat dilihat dari obital d yang
terisi penuh pada konfigurasi electron. Mangan mempunyai isotop stabil yaitu 55Mn. Mangan
adalah elemen pertama pada golongan
7 dari tabel periodik. Mangan merupakan unsure ke 12 paling berlimpah
dikerak bumi (sekitar 0,1%) yang terjadi secara alamiah.
Mangan
merupakan logam keras dan sangat rapuh, sulit untuk meleleh, tetapi mudah
teroksidasi. Mangan bersifat reaktif ketika murni dan sebagai bubuk akan
bereaksi dengan oksigen, bereaksi dengan air dan larut dalam asam encer. Mangan termasuk golongan transisi.
Ia bereaksi dengan air hangat membentuk mangan(II) hidroksida dan hidrogen.
Mangan terdapat sekitar 1000 ppm (0,1%) dari kerak bumi. Tanah mengandung
mangan 7-900 ppm dengan rata-rata 440 ppm.
Pyrolusite bijih mangan (MnO2)
merupakan bentuk mangan yang paling penting yang tersedia di alam. Mangan
merupakan logam yang penting sebagai aditif pada baja. Mangan dengan mudah
membentuk senyawa dengan beragam bilangan oksidasi yang begitu luas dari pada
yang terdapat pada logam-logam umum yang lain. Ion permanganate (MnO4)-
atau tetraoksomanganat(VII) merupakan pengoksidasi yang sangat kuat dalam
larutan asam.
2.
Sifat
Umum Mangan
Mangan berwarna putih merah metalik, dengan
sifat yang keras tapi rapuh. Mangan sangat reaktif secara kimiawi dan akan
terurai perlahan-lahan bila direaksikan dengan air dingin. Mangan digunakan untuk
membentuk banyak alloy yang penting. Dalam baja, mangan meningkatkan kualitas
tempaan baik dari segi kekuatan, kekerasan dan
kemampuan pengerasan. Dengan alumunium dan bismut, khususnya dengan
sejumlah kecil tembaga, membentuk alloy yang bersifat ferromagnetik. Logam
mangan bersifat ferromagnetik setelah diberi perlakuan. Logam murninya terdapat
sebagai bentuk allotropik dengan empat jenis. Salah satunya adalah jenis alfa.
Jenis alfa stabil pada suhu luar biasa tinggi. Sedangkan mangan jenis gamma akan berubah menjadi alfa pada suhu
tinggi. Hal ini dikatakan fleksibel, mudah dipotong dan ditempa.
3.
Sifat Fisika dan Sifat Kimia Mangan
(Mn)
a. Sifat
Fisika Mangan
Mangan merupakan unsur yang dalam keadaan normal memiliki bentuk padat
dan warna merah metalik.
v Simbol : Mn
v Radius
Atom : 1.35 Ã…
v Volume
Atom : 7.39 cm3/mol
v Massa
Atom : 54.938
v Titik
Didih : 2235 K
v Radius
Kovalensi : 1.17 Ã…
v Struktur
Kristal : bcc
v Massa
Jenis : 7.44
g/cm3
v Konduktivitas
Listrik : 0.5 x 106 ohm-1cm-1
v Elektronegativitas : 1.55
v Konfigurasi
Elektron : [Ar] 3d5 4s2
v Formasi
Entalpi : 14.64
kJ/mol
v Konduktivitas
Panas : 7.82 Wm-1K-1
v Potensial
Ionisasi : 7.435 V
v Titik
Lebur : 1518 K
v Titik
Didih : 2061oC
v Bilangan
Oksidasi : 7,6,4,2,3
v Kapasitas kalor : 26,32 J/mol.K.
v Entalpi
Penguapan : 219.74 kJ/mol
b. Sifat Kimia Mangan
v Reaksi dengan air
Mangan bereaksi dengan air dapat berubah menjadi basa dan
gas hidrogen akan dibebaskan sesuai reaksi:
Mn(s)
+ 2H2O → Mn(OH)2 +H2
v Reaksi dengan udara
Logam mangan terbakar di udara sesuai dengan reaksi:
3Mn(s)+2O2→Mn3O4(s)
3Mn(s) + N2 → Mn3N2(s)
Logam mangan terbakar di udara sesuai dengan reaksi:
3Mn(s)+2O2→Mn3O4(s)
3Mn(s) + N2 → Mn3N2(s)
v Reaksi dengan halogen
Mangan bereaksi dengan halogen membentuk mangan (II) halida,
reaksi:
Mn(s)+Cl2→MnCl2
Mn(s)+Br2→MnBr2
Mn(s)+I2→MnI2
Mn(s)+F2→MnF2
Selain bereaksi dengan flourin membentuk mangan (II) flourida, juga menghasilkan mangan (III) flourida sesuai reaksi:
Mn(s)+Cl2→MnCl2
Mn(s)+Br2→MnBr2
Mn(s)+I2→MnI2
Mn(s)+F2→MnF2
Selain bereaksi dengan flourin membentuk mangan (II) flourida, juga menghasilkan mangan (III) flourida sesuai reaksi:
2Mn(s) + 3F2
→ 2MnF3(s)
v Reaksi dengan asam
Logam mangan bereaksi dengan asam-asam encer secara cepat menghasilkan gas hidrogen sesuai reaksi:
Mn(s) + H2SO4 → Mn2+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)
Logam mangan bereaksi dengan asam-asam encer secara cepat menghasilkan gas hidrogen sesuai reaksi:
Mn(s) + H2SO4 → Mn2+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)
4.
Ekstraksi Mangan
Mangan diperoleh dengan ekstraksi
oksida-oksidanya dari tambang bijihnya. Prosesnya ada beberapa cara antara
lain:
a)
Reduksi dengan karbon
Oksida mangan yang telah diekstraksi
dicampur dengan karbon lalu dipanaskan,sehingga terjadi reaksi:
Mn3O4 + 4C → 3Mn + 4CO
MnO + 2C → Mn + 2CO
Mn3O4 + 4C → 3Mn + 4CO
MnO + 2C → Mn + 2CO
b)
Proses alumino thermic
Bijih dicuci
dengan mengalirkan air dan dipanggang dengan dialiri udara lalu dipanaskan
terus sampai pijar(merah) dimana MnO2 akan berubah menjadi Mn3O4. Oksida yang
terbentuk dicampur dengan bubuk aluminium dalam krus, lalu ditimbuni dengan
bubuk magnesium dan barium peroksida. Reduksi terjadi dalam pemanasan
dengan reaksi :
3Mn3O4 + 8Al
→ 4Al2O3 + 9Mn
c)
Metode elektrolisa
Mangan
secara besar-besaran diproduksi dengan cara ini. Bijih digiling dan dipekatkan
dengan proses gravity. Bijih yang sudah dipekatkan dipanggang (elumino proses)
sampai terbentuk Mn3O4. Mn3O4
diubah menjadi MnSO4 dengan cara Mn3O4
dipanaskan bersama H2SO4 encar maka akan terbentuk MnSO4
(larut) dan MnO2 (tak larut). MnO2 yang tidak larut dapat
dipijarkan lagi menjadi Mn3O4 dan proses diulang seperti
diatas. Larutan MnSO4 dielektrolisa menggunakan katoda merkuri.
Mangan dibebaskan pada katoda ini dan membentuk amalgam. Selanjutnya amalgam
didestilasi menggunkan Hg, dimana Hg akan menguap lebih dulu dan tinggallah
mangan murni.
5.
Senyawa Mangan
Mangan dengan konfigurasi elektronik terluar
3d5 4s2, mampu membentuk senyawa mulai dengan tingkat
oksidasi terendah +2 hingga tertinggi +7. Bilangan oksidasi mangan yang paling
stabil adalah +2. Mangan merupakan logam yang paling banyak variasi tingkat
oksidasinya. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa sifat terpenting dalam
senyawa mangan yaitu yang berkenaan dengan reaksi reduksi oksidasi (redoks). Semakin besar nilai potensial reduksi
(semakin positif), semakin mudah reaksi reduksi berlangsung, dan sebaliknya.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa :
Dalam suasana asam ion Mn3+
bersifat tidak stabil, mudah mengalami auto
redoks, atau disproporsionasi,
artinya mengalami oksidasi (menjadi MnO2) dan reduksi (menjadi Mn2+)
secara serentak oleh dirinya sendiri. Demikian
juga ion manganat, MnO42-,
tidak stabil dan dalam suasana asam mengalami disproporsionasi secara spontan. Namun
demikian dalam suasana basa, sifat disproporsionasi
ini hanya menghasilkan nilai Eocellyang
sangat kecil (+ 0,04 V). Oleh karena itu ion manganat MnO42-,
dapat diperoleh dalam suasana basa. Berikut beberapa senyawa mangan :
v Oksida, Hidroksida,
dan Garam Mangan
Karakteristik oksida, hidroksida mangan dan
beberapa turunannya yang penting dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tingkat oksidasi
|
Oksida
|
Hidroksida
|
Sifat
|
Ion
|
Nama
|
Warna Ion
|
+ 2
|
MnO
|
Mn(OH)2
|
Basa moderat
|
Mn2-
|
Mangan(II)
|
Pink
|
+ 3
|
Mn2O3
|
Mn(OH)3
|
Basa lemah
|
Mn3-
|
Mangan (III)
|
Violet
|
+ 4
|
MnO2
|
MnO(OH)2 atau
H2MnO3
|
Amfoter
Asam lemah
|
MnO32-
|
Manganit
|
Coklat
|
+ 6
|
MnO3
|
H2MnO4
|
Asam moderat
|
MnO42-
|
Manganat
|
Hijau
|
+ 7
|
Mn2O7
|
HMnO4
|
Asam kuat
|
MnO4
|
Permanganat
|
Ungu
|
Bila setiap mangan oksida atau hidroksida
dipanaskan pada 1000oC, Kristal hitam dari MnO4
haussmannite terbentuk. Bila Mn(OH)2 dibiarkan teroksidasi dalam
udara, terbentuklah oksida hidrat yang pada pengeringan memberikan MnO(OH).
v Mangan (II)
Berdasarkan nilai potensial reduksinya, mangan
(II) merupakan spesies yang
paling stabil, dan mungkin dapat dikaitkan dengan konfigurasi setengah penuh,
3d5. Mangan (II) dalam senyawa garamnya seperti garam klorida,
sulfat dan nitrat dalam larutan dapat dinyatakan sebagai ion Mn2+,
atau dalam perspektif ion kompleks sebagai [Mn(H2O)6]2+
yang berwarna pink pucat.
v Mangan (III)
Mangan (III) terdapat sebagai oksidanya yaitu
Mn2O3 dan MnO(OH) yang terjadi secara alamiah di alam,
tetapi ion Mn3+ dalam larutan tidak stabil, mudah tereduksi menjadi
Mn2+ sebagaimana dinyatakan oleh nilai potensial reduksinya. Garam
MnCl3 (hitam) misalnya, dapat diperoleh dalam larutannya dari reaksi
MnO2 dengan asam klorida pada temperature rendah, tetapi akan terurai
pada temperature diatas 40oC.
v Mangan (IV)
Mangan (IV) terdapat
sebagai oksidanya yaitu MnO2. Oksida ini sesungguhnya bersifat amfoterik namun relative inert terhadap asam maupun basa,
dalam arti perannya sebagai Mn4+ atau Mn (IV) tidak dapat
dipertahankan. Hal ini terlihat nyata dari hasil reaksinya dengan asam klorida
pekat dalam keadaan dingin, yaitu larutan hijau yang mengandung dari ion Mn4+
adalah bersifat tidak stabil, dan berubah menjadi larutan yang berwarna pink
karena terbentuk ion Mn2+. Mn(SO4)2 juga
bersifat tidak stabil karena dengan asam sulfat pekat akan menghasilkan MnSO4.
Hidroksida dari Mangan
(IV) bersifat asam lemah, oleh karena itu tiap molekul hidroksidanya dapat
melepaskan satu molekul H2O
hingga rumus molekulnya menjadi MnO(OH)2 atau lebih tepatnya ditulis
sebagai H2MnO3. Adanya spesies MnO32-
ini ditunjukkan dari reaksi lelehan MnO2 dan CaO yang menghasilkan kalsium manganit, CaMnO3
yang berwarna coklat.
v Mangan (VI)
Mangan (VI) hanya dikenal sebagai
spesies stabil dalam ion manganat, MnO42-, dengan bangun tetrahedrondan berwarna hijau gelap.
Kalium manganat misalnya, dapat diperoleh dari reaksi lelehan MnO2
dan basa alkali dengan hadirnya oksidator (misalnya udara/KNO3).
Dalam larutan, ion manganat
hanya stabil dalam suasana basa, dalam air dan dalam suasana asam akan
mengalami disproporsianasi menjadi ion permanganate dan MnO2. Dalam
suasana asam ion Mno42- bersifat sebagai oksidator.
v Mangan (VII)
Hanya satu senyawa Mn
(VII) yang dikenal penting, yaitu yang mengandung mangan(VII) kalium
permanganate, KMnO4, yang berwarna ungu. Senyawa ini stabil dalam
larutannya, dan peran utamanya adalah sebagai oksidator yang sangat kuat baik
dalam suasana asam netral, maupun basa.
Salah satu senyawa mangan
yang terkenal adalah kalium permanganat (KmnO4). Secara komersial
kalium permanganat dibuat dari oksidasi kalium manganat oleh klor dalam suasana
alkalin, Kristal ungu akan diperoleh pada pemekatan larutan yang bersangkutan.
6.
Kegunaan
Mangan
Berikut beberapa
kegunaan mangan, antara lain :
a) Penggunaan mangan dalam produksi baja
Kegunaan mangan yang paling penting adalah dalam produksi baja, dan untuk
keperluan ini biasanya digunakan campuran besi mangan, yaitu feromangan.
Feromangan diproduksi dengan mereduksi campuran besi dan oksida mangan dengan
karbon. Bijih mangan yang paling utama adalah pirolisit, MnO2.
Pada
produksi baja, Mn berpartisipasi pada pemurnian besi melalui reaksi dengan
belerang dan oksigen dan memindahkannya melalui pembentukan kerak. Fungsi yang
lain adalah untuk meningkatkan kekerasan baja. Baja mengandung Mn dengan
proporsi yang besar, sangat keras dan tahan lama, digunakan sebagai bahan
pembuat kereta api dan mesin-mesin buldoser.
b)
Penggunaan
kalium manganat(VII) sebagai agen pengoksidasi dalam kimia organic
Kalium manganat(VII) biasa digunakan dalam larutan
netral atau larutan yang bersifat basa dalam kimia organik. Pengasaman kalium
manganat(VII) cenderung untuk lebih meningkatkan kekuatan destruktif agen
pengoksidasi, memecah ikatan-ikatan karbon-karbon.
Larutan kalium manganat(VII) biasa dibuat sedikit basa dengan larutan natrium karbonat, dan perubahan warna yang khas adalah sebagai berikut:
Larutan kalium manganat(VII) biasa dibuat sedikit basa dengan larutan natrium karbonat, dan perubahan warna yang khas adalah sebagai berikut:
c)
Pada pengujian untuk ikatan rangkap C=C
Kalium manganat(VII) mengoksidasi ikatan
rangkap karbon-karbon, dan berlangsung melalui perubahan warna diatas. Sebagai
contoh, etana dioksidasi menjadi etana-1,2-diol.
d)
Penggunaan
kalium manganat(VII) sebagai agen pengoksidasi dalam titrasi
Larutan kalium manganat(VII)
digunakan untuk menentukan konsentrasi semua agen pengoksidasi yang dipilah.
Kalium manganat(VII) selalu digunakan dalam larutan asam. Sebagai contoh,
kalium manganat(VII) mengoksidasi :
Ø
Ion besi(II) menjadi ion besi(III)
Fe2+ → Fe3+ + e-
Ø
Larutan hidrogen peroksida menjadi
oksigen
H2O2 → O2 +
2H+ + 2e-
Ø
Asam etandioat (asam oksalat)
menjadi karbon dioksida (reaksi ini berlangsung dalam kondisi panas).
Ø
Ion sulfit (ion sulfat(IV)) menjadi
ion sulfat (ion sulfat(VI))
Pada setiap
kasus, persamaan setengah reaksi untuk ion manganat(VII) daalm larutan asam
adalah:
e) Melakukan titrasi
Larutan
kalium manganat(VII) selalu dimasukkan ke dalam buret, dan larutan yang lain
ditempatkan dalam labu yang diasamkan dengan asam sulfat encer terlebih dahulu.
Larutan kalium manganat(VII) menetes kedalam labu dan menjadikannya tidak
berwarna. Titik akhir adalah warna merah muda permanen yang muncul pertama kali
dalam larutan yang menunjukkan adanya sedikit ion manganat(VII) berlebih.
B.
FERUM
1.
Pengertian
Ferrum
Ferrum adalah
unsur kimia dengan simbol Fe (dari bahasa Latin: ferrum) dan nomor atom 26.
Merupakan logam dalam deret transisi pertama. Ini adalah unsur paling umum di
bumi berdasarkan massa, membentuk sebagian besar bagian inti luar dan dalam
bumi. Kelimpahannya dalam planet berbatu seperti bumi karena melimpahnya
produksi akibat reaksi fusi dalam bintang bermassa besar, di mana produksi
nikel-56 (yang meluruh menjadi isotop besi paling umum) adalah reaksi fusi
nuklir terakhir yang bersifat eksotermal. Akibatnya, nikel radioaktif adalah
unsur terakhir yang diproduksi sebelum keruntuhan hebat supernova. Keruntuhan
tersebut menghamburkan prekursor radionuklida besi ke angkasa raya. Seperti
unsur golongan 8 lainnya, besi berada pada rentang tingkat oksidasi yang lebar,
−2 hingga +6, meskipun +2 dan +3 adalah yang paling banyak. Unsur besi reaktif
dengan oksigen dan air. Permukaan besi segar tampak berkilau abu-abu keperakan,
tetapi teroksidasi dalam udara normal menghasilkan besi oksida hidrat, yang
dikenal sebagai karat. Tidak seperti logam lain yang membentuk lapisan oksida
pasivasi, oksida besi menempati lebih banyak tempat daripada logamnya sendiri
dan kemudian mengelupas, mengekspos permukaan segar untuk korosi.
2.
Sifat
Umum Ferrum (Fe)
Logam besi telah
digunakan sejak zaman purba, meskipun paduan tembaga, yang memiliki titik lebur
lebih rendah, yang digunakan lebih awal dalam sejarah manusia. Besi murni
relatif lembut, tetapi tidak bisa didapat melalui peleburan. Materi ini
mengeras dan diperkuat secara signifikan oleh kotoran, karbon khususnya, dari
proses peleburan. Dengan proporsi karbon tertentu (antara 0,002% dan 2,1%)
menghasilkan baja, yang lebih keras dari besi murni, mungkin sampai 1000 kali.
Logam besi mentah diproduksi di tanur tinggi, dimana bijih direduksi dengan
batu bara menjadi pig iron, yang memiliki kandungan karbon tinggi. Pengolahan
lebih lanjut dengan oksigen mengurangi kandungan karbon sehingga mencapai
proporsi yang tepat untuk pembuatan baja. Baja dan paduan besi berkadar karbon
rendah bersama dengan logam lain (baja paduan) sejauh ini merupakan logam yang
paling umum digunakan oleh industri, karena lebarnya rentang sifat-sifat yang
didapat dan kelimpahan batuan yang mengandung besi.
3. Sifat
Fisika dan Sifat Kimia Ferrum (Fe)
Adapun sifat fisika dan kimia
ferrum, yaitu :
a.
Sifat Fisika Ferrum(Fe)
v Pada
suhu kamar berwujud padat, mengkilap dan berwarna keabu-abuan
v Merupakan
logam feromagnetik karena memiliki empat electron tidak berpasangan pada
orbital d
v Merupakan
penghantar panas yang baik
v Kation
logam besi berwarna hijau (Fe2+) dan jingga (Fe3+). Hal
ini disebabkan oleh adanya electron tidak berpasangan dan tingkat energy
orbital tidak berbeda jauh. Akibatnya, electron mudah tereksitasi ketingkat
energy lebih tinggi menimbulkan warna tertentu
v Besi
bersifat keras dan kuat
v Nomor
atom : 26
v Nomor
massa : 57
v Massa
atom :
55,85 g/mol
v Titik
lebur :
1536oC
v Titik
didih :
2861oC
v Isotop : 8
b.
Sifat Kimia
v Unsur
besi bersifat elektropositif yaitu mudah melepas electron. Karena sifat inilah
bilangkan oksidasi besi tertanda positif
v Besi
dapat memiliki biloks +2, +3, +4, +5 dan +6. Hal ini disebabkan karena
perbedaan energy electron pada subkulit 4s dan 3d cukup kecil, sehingga
electron pada subkulit 3d juga terlepas ketika terjadi ionisasi selain electron
pada subkulit 4s
v Logam
murni besi sangat reaktif secara kimiawi dan mudah terkorosi, khususnya diudara
yang lembab atau ketika terdapat peningkatan suhu
v Besi
memiliki bentuk allotroik ferit, yaitu alfa, beta, gamma dan omega dengan suhu
transisi 700oC, 928oC dan
1530oC. Bentuk alfa bersifat magnetic, tapi ketika berubah
menjadi beta, sifat magnetnya menghilang meski pola geometris molekul tidak
berubah
v Mudah
berreaksi dengan unsure-unsur nonlogam seperti sulfur, fosfor, boron, karbon
dan siliconLarut dalam asam-asam mineral encer/ Oksidanya bersifat amfoter,
yaitu oksida yang menunjukkan sifat-sifat asam sekaligus basa
4.
Ekstraksi
Ferrum
Besi
diekstraksi dari bijih besi yang mengandung senyawa besi seperti hematite (Fe2O3),
limonit (2Fe2O3.3H2O), magnetit (Fe3O4),
dan siderit (FeCO3). Proses ekstraksi dilakukan dalam tungku yang
disebut tanur tiup (blast furnace) dengan menggunakan metode reduksi. Simak
proses ekstraksinya berikut ini. Berikut tahapan ekstraksi Fe dari bijih besi:
v Bijih besi, batu kapur (CaCO3),
dan karbon (C) dimasukkan dari bagian atas
tanur.
v Kemudian, udara panas ditiupkan ke
bagian bawah tungku agar C bereaksi dengan O2 membentuk CO2.
C(s) + O2(S) " CO2(S)
Gas CO2
yang terbentuk selanjutnya akan bergerak ke atas dan lebih lanjut dengan C
untuk membentuk CO. Reaksi ini bersifat endotermik, sehingga terjadi sedikit
penurunan suhu proses.
CO2(g)
+ C(s) " 2CO(S)
Produk reaksi yakni gas CO kemudian
bergerak naik dan mulai mereduksi senyawa-senyawa besi pada bijih besi.
3Fe2O3(s)
+ CO(g) " 4 2Fe3O4(s) +
CO2(g)
Fe3O4(s)
+ CO(g) " 3FeO2(s) + CO2(g)
FeO(s) +
CO(g) " Fe(s) + CO2(g)
Reaksi keseluruhannya dapat ditulis
sebagai berikut:
Fe2O3(s)
+ 3CO(s) " 2Fe(l) + 3CO2(g)
Fe yang terbentuk akan mengalir dan
berkumpul di bawah. Karena suhu di bawah tinggi sekitar 2000°C, Fe akan berada
dalam bentuk lelehannya. Sementara itu, CaCO3
dalam tanur akan terurai menjadi CaO.
CaCO3(s) "
CaO(s) + CO2(g)
CaO yang
terbentuk akan bereaksi dengan pengotor yang bersifat asam yang ada dalam bijih
besi, seperti pasir silika. Reaksi ini menghasilkan senyawa dengan titik didih
rendah yang disebut terak (slag).
CaO(S)
+ SiO2(s) " CaSiO3(l)
Lelehan
terak kemudian akan mengalir ke bagian bawah tanur. Karena kerapatan lelehan
terak yang lebih rendah dibandingkan lelehan besi, maka lelehan terak berada di
atas lelehan besi sehingga keduanya dapat dikeluarkan secara terpisah. (Secara
tidak langsung, lelehan terak ini melindungi lelehan besi dari teroksidasi kembali).
5.
Senyawa-Senyawa Ferrum
a. Tingkat oksidasi
< 2
Umumnya membentuk senyawa-senyawa
dengan ligan-ligan. Berinteraksi
dengan hidrogen dengan ikatan M-H
Contoh :
H2Fe(PF3)4.
b. Tingkat Oksidasi 2
Biasanya membentuk senyawaan biner
dengan sifat :
a)
Biasanya bersifat ionic
b)
Oksidanya(contoh : FeO), bersifat
basa
c)
Mampu membentuk kompleks Aquo,
dengan jalan mereaksikan logam,oksida, karbonat dalam larutan asam dan
melalui reduksi katalitik. Kompleks aquo dari logam besibiasanya
memberikan warnayang khas.
d)
Garam-garam terhidrat dengan anion
biasanya mengandung [M(H2O)6]2-, contoh FeF2.8H2O.
c. Tingkat Oksidasi 3
Contohnya senyawa klorida, bromida,
iodida dari besi yang bersifat kovalen, sedangkan senyawa oksidanya,
seperti Fe2O3 bersifat ionic.
d. Tingkat Oksidasi 4
Umumnya dikenal sebagai komplek
fluoro, dananion okso.
e. Tingkat Oksidasi ≥5
Dikenal dalam kompleks flouro,
amin okso, misalnya : CrF5 dan K2FeO4 yang
semuanya merupakan zat pengoksidasi yang kuat.
6.
Kegunaan
Ferrum
Senyawa kimia
besi memiliki banyak manfaat. Besi oksida dicampur dengan serbuk aluminium
dapat dipantik untuk membuat reaksi termit, yang digunakan dalam pengelasan dan
pemurnian bijih. Besi membentuk senyawa biner dengan halogen dan kalsogen.
Senyawa organologamnya antara lain ferosen, senyawa sandwich pertama yang
ditemukan.
Besi memainkan peranan penting dalam biologi,
membentuk kompleks dengan oksigen molekuler dalam hemoglobin dan myoglobin;
kedua senyawa ini adalah protein pengangkut oksigen dalam vertebrata. Besi juga
logam pada bagian aktif sebagian besar enzim redoks yang berperan dalam
respirasi seluler serta oksidasi dan reduksi dalam tumbuhan dan hewan.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mangan
adalah suatu unsur kimia yang mempunyai nomor atom 25 dan memiliki symbol Mn.
Mangan ditemukan oleh Johann Gahn pada tahun 1774 di Swedia. Logam mangan
berwarna merah metalik. Mangan termasuk logam berat dan sangat rapuh tetapi
mudah teroksidasi. Logam dan ion mangan bersifat paramagnetic. Sifat
Umum Mangan yaitu Mangan berwarna merah metalik, dengan sifat yang keras tapi
rapuh. Mangan sangat reaktif secara kimiawi, dan terurai perlahan-lahan bila
direaksikan dengan air dingin. Mangan digunakan untuk membentuk banyak alloy
yang penting. Dalam baja, mangan meningkatkan kualitas tempaan baik dari segi
kekuatan, kekerasan,dan kemampuan
pengerasan.
Besi adalah unsur kimia dengan simbol Fe dan nomor atom 26.
Merupakan logam dalam deret transisi pertama. Ini adalah unsur paling umum di
bumi berdasarkan massa, membentuk sebagian besar bagian inti luar dan dalam
bumi. Kelimpahannya dalam planet berbatu seperti bumi karena melimpahnya
produksi akibat reaksi fusi dalam bintang bermassa besar, di mana produksi nikel-56
(yang meluruh menjadi isotop besi paling umum) adalah reaksi fusi nuklir
terakhir yang bersifat eksotermal. Logam besi telah digunakan sejak zaman
purba, meskipun paduan tembaga, yang memiliki titik lebur lebih rendah, yang
digunakan lebih awal dalam sejarah manusia. Besi murni relatif lembut, tetapi
tidak bisa didapat melalui peleburan. Materi ini mengeras dan diperkuat secara
signifikan oleh kotoran, karbon khususnya, dari proses peleburan. Dengan
proporsi karbon tertentu (antara 0,002% dan 2,1%) menghasilkan baja, yang lebih
keras dari besi murni, mungkin sampai 1000 kali. Logam besi mentah diproduksi
di tanur tinggi, dimana bijih direduksi dengan batu bara menjadi pig iron, yang
memiliki kandungan karbon tinggi. Pengolahan lebih lanjut dengan oksigen
mengurangi kandungan karbon sehingga mencapai proporsi yang tepat untuk
pembuatan baja.
B. Saran
Saran yang dapat kami berikan yaitu untuk dapat lebih
baik dari makalah yang kami buat ini ialah dengan mencari lebih banyak
referensi dari berbagai sumber, baik dari buku maupun dari internet, sehingga
dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda yang tidak terdapat dalam makalah
ini. Mungkin hanya ini saran yang dapat kami berikan semoga dapat bermanfaat
bagi pembaca sekalian.
DATAR PUSTAKA
Cotton, F. A dan Wilkinson, G. 2014. Kimia Annorganik Dasar. Jakarta:
UI-Press
Sugiarto, Kristian. H dan Retno D. Suyanti. 2010. Kimia Anorganik. Yogyakarta: Graha Ilmu
Utami, Budi. Dkk. 2009. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Pembukuan Departemen
Pendidkan Nasional
Walanda,
Daud. K. 2008. Kimia Anorganik II.
Palu: Universitas Tadulako Press.








Komentar
Posting Komentar